4 Jun 2012

Makalah : Laporan Observasi SMP NEGERI 08 SURAKARTA


LAPORAN OBSERVASI
SMP NEGERI 08 SURAKARTA



Di susun Oleh :
1.     Akmal Faizal Nugroho  (K2311004)
2.     Dwi Putri Sabariasih     (K2311022)
3.     Inge Banowati               (K2311036)
4.     Khotimah                      (K2311040)



PRODI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2012
DAFTAR ISI
1.      Pendahuluan............................................................................................. 1
a.       Latar Bekalakang............................................................................... 1
b.      Rumusan Masalah.............................................................................. 1
c.       Tujuan................................................................................................ 2
2.      Isi.............................................................................................................. 3
a.       Karakteristik siswa............................................................................. 3
b.      Tingkat Intelegensi............................................................................ ..5
c.       Upaya pembentukan karakter siswa....................................................
d.      Faktor yang mempegaruhi karakteistik peserta didik..........................
3.      Penutup.......................................................................................................




BAB I
PENDAHULUAN

A.             LATAR BELAKANG
Pada umumnya anak-anak di Indonesia diwajibkan menjalani pendidikan formal wajib selama 9 tahun, dengan jenjang sekolah dasar selama 6 tahun dan jenjang sekolah menengah pertama selama 3 tahun. Namun sebelum memasukki tingkat SD dan SMP diawali dengan pendidikan tingkat TK dan bahkan sekarang ini telah bermunculan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), kemudian setelah menyelesaikan pendidikan tingkat SMP masih ada jenjang SMA dan Perguruan tinggi.
Tentunya terdapat bermacam-macam karakter anak atau peserta didik yang bisa dikelompokkan berdasarkan tingkatan pendidikan tersebut.Antara anak TK dengan anak SD pasti mempunyai karakter dan tingkat kecerdasan yang berbeda-beda, begitu pula dengan anak SMP, SMA, maupun Perguruan tinggi.
Sebagai mahasiswa FKIP yang diharapkan akan menjadi guru atau pendidik yang berkarakter kuat dan cerdas, dituntut untuk memahami berbagai karakter peserta didik yang bermacam-macam tersebut. Oleh karena itu, untuk mengetahui dan memahami karakter peserta didik di berbagai tingkatan pendidikan kami melakukan observasi, salah satunya di SMP Negeri 8 Surakarta.
B.              RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana karakteristik peserta didik pada jenjang SMP pada umumnya dan pada SMP Negeri 8 pada khususnya?
2.      Bagaimana tingkat intelegensi peserta didik di SMP 8 Surakarta ?
3.      Bagaimana upaya guru dalam membentuk karakter siswa di SMP Negeri 8 Surakarta ?
4.      Apakah factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan karakter peserta didik ?
C.              TUJUAN
1.      Mengetahui karakteristik peserta didik pada jenjang SMP pada umumnya dan pada SMP Negeri 8 pada khususnya.
2.      Mengetahui tingkat intelegensi peserta didik di SMP 8 Surakarta.
3.      Mengetahui upaya guru dalam membentuk karakter siswa di SMP Negeri 8 Surakarta.
4.      Mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan karakter peserta didik.













BAB II
PEMBAHASAN
            SMP Negeri 8 Surakarta adalah SMP negeri di solo yang beralamat di …. SMP Negeri 8 Surakarta memiliki visi dan misinya yaitu … pada tanggal 26 Mei 2012 kami melakukan observasi di SMP ini. Setelah melakukan observasi kami memperoleh hasil diantarnya,karakteristik peserta didikSMP Negeri 8, tingkat kecerdasan peserta didik di SMP 8 Surakarta, cara guru dalam membentuk karakter siswa di SMP Negeri 8 Surakarta, factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan karakter peserta didik.
           Berikut ini adalah penjelasan hasil dari observasi yang telah kami lakukan;
A.    Karakteristik peserta didik pada jenjang SMP pada umumnya dan pada SMP Negeri 8 pada khususnya
     Pada umumnya orang menganggap bahwa karakteristik adalah watak atau temperamen pada manusia yang mempengaruhi cara hidupnya. Karakteristik pada masing-masing manusia sangatlah berbeda. Karakteristik pada umumnya, siswa SMP masih cenderung patuh pada peraturan dan selalu mengikuti apa yang dikatakan oleh guru.
     Berdasarkan observasi yang kami lakukan, ditemukan adanya kesesuaian antara pandangan umum dengan hasil observasi yang kami lakukan.Hal ini dapat ditunjukkan dengan perilaku siswa seperti membuang sampah pada tempatnya.Mereka membuang sampah sesuai dengan jenis sampah. Bila sampah itu bahan organik, maka mereka akan meletakkannya di tempat sampah yang bertanda sampah organic, begitu pula dengan sampah nonorganik. Meskipun ditemukan ada sebagian kecil siswa yang membuang sampah di sembarang tempat.Tetapi, sebagian besar siswa sudah membuang sampah pada tempatnya.Perilaku ini menunjukkan bahwa siswa mengerti dengan peraturan dan mematuhi peraturan tesebut.
     Karakteristik yang kami amati pada siswa kelas 7 yaitu masih memiliki sifat manja yang melekat pada diri mereka karena siswa tersebut masih dalam transisi atau peralihan dari jenjang SD ke SMP.  Menurut narasumber yang kami wawancarai bapak ngatman selaku wakil kepala sekolah mengatakan bawha beberapa siswa kelas 7 meminta kepada pihak sekolah untuk memulangkannya kepada saat acara masih berlangsung padahal acara baru saja dimulai, karena mereka ingin bertemu dangan orang tuanya.Hal ini mencerminkan mereka masih manja, belum mandiri, dan masih cenderung menggantungkan diri pada orang tua.
     Kepribadian yang dicerminkan dengan tingkah laku manusia dibedakan menjadi 3 aspek yaitu :
1.     Aspek kognitif (pengenalan), yaitu pemikiran, ingatan, hayalan, daya baying, inisiatif, kreativitas, pengamatan, dan pengindraan. Fungsi aspek kognitif adalah menunjukan jalan, mengarahkan, dan mengendalikan tingkah laku.
2.    Aspek Afektif, yaitu bagian kejiwaan yang berhubungan dengan kehidupan alam perasaan atau emosi, sedangkan hasrat, kehendak, kemauan, keinginan, kebutuhan, dorongan, dan elemen motivasi lainnya disebut aspek konatif atau psiko-motorik (kecenderungan atau niat tindak) yang tidak dapat dipisahkan dengan aspek afektif. Kedua aspek itu sering disebut aspek finalis yang berfungsi sebagai energy atau tenaga mental yang menyebabkan menusia beringkah laku. Dalam
3.    Aspek motoric, yaitu berfungsi sebagai pelaksana tingakh laku manusia seperti perbuatan dan gerakan jasmaniah lainnya.
Namun dari ketiga aspek tersebut hanya dua aspek yang kami ambil sebagai bahan pengamatan, yaitu aspek kognitif dan motoric. Aspek kognitif bisa dilihat dari kreatifitas siswa SMP Negeri 8, kreatifitas bisa dilihat dari pembuatan bermacam-macam hasil hasta karya oleh siswa, antara lain vas bunga, gantungan kunci, patung,dan lain sebagainya. Sedangkan dari aspek motoric kami lihat dari tingkah laku mereka, mereka cenderung periang seakan-akan tidak ada masalah yang menimpa mereka, Sehingga, dilihat bahwa mereka tetap bersikap biasa, seakan-akan tidak ada beban hidup pada dirinya.Inilah tingkah laku yang biasa terjadi pada peserta didik di jenjang SMP.
    
B.     Tingkat intelegensi peserta didik di SMP 8 Surakarta.
Claparde dan Stern mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi atau kondisi baru.Salah satu indikator kecerdasan adalah tingkat intelegensi seseorang, namun pandangan awam yang mengatakan bahwa tingkat intelegensi sama dengan kecerdasan orang tersebut adalah hal yang tidak benar. Maka dari itu observasi yang kami lakukan tidak hanya melihat dari aspek akademik siswa tapi juga melihat pola-pola tingkah laku sebagian besar siswa SMP Negeri 8 yang bisa dijadikan sebagai indikator kecerdasan tersebut.Dari aspek akademik, kami megambil data dari angka kelulusan SMP 8 Surakarta pada tahun 2011 adalah 100%. Dari aspek non akademik, salah satu tingkah laku yang kami amati adalah siswa yang menjadikan perpustakaan sebagai salah satutempat utama untuk menyelesaikan masalah. Mereka sering bertukar pendapat dengan guru maupun dengan sesama siswa.Hal ini menunjukan bahwa siswa SMP dapat menggunakan waktu luang seperti pada saat istirahat untuk menyelesaikan masalah atau menggunakan waktu luang untuk hal-hal yang bermanfaat lainnya.Berdasarkan teori mengenai salah satu ciri intelegensi tercermin dari pemecahan masalah yang timbul daripadanya.
Kreativitas tidak memiliki hubungan yang tinggi dengan intelegensi seseorang, akan tetapi kreativitas mempengaruhi perkembangan intelegensi. Salah satu bentuk kreativitas siswa SMP 8 Surakarta adalah pembuatan hasil karya seni berupa frame foto, patung-patung kecil, gantungan kunci, vas bunga, tempat tisu, dan sebagainya.
Usia rata – rata siswa smp antara 13 sampai 15 tahun. Usia dapat mempengaruhi kematangan dan perilakunya. Pada usia tersebut kematangan siswa smp masih belum terbentuk atau belum memiliki jati diri. Mereka belum bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk, sehingga hanya mengikuti apa yang mereka inginkan dan melakukan  apa yang dikatakan dan dicontohkan oleh guru yang sesuai dengan kehedak hatinya. 

C.     Upaya guru dalam membentuk karakter siswa di SMP Negeri 8 Surakarta.
Peserta didik di SMP tersebut diharapkan mempunyai karakter yang kuat. Karakter kuat yang dimaksud di sini adalah karakter yang mencerminkan bagaimana tingkah laku para siswanya dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana sikap sopan-santunnya, bagaimana cara sisiwa untuk menyelesaikan suatu permasalahan, dan sebagainya. Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan, dapat kami simpulkan bahwa sebenarnya siswa-siswa di SMP Negeri 8 Surakarta dapat dikatakan sudah mempunyai karakter yang baik. Karakter siswa yang terbentuk di SMP Negeri 8 ini tercipta karena berbagai upaya yang telah dilakukan semua pihak sekolah, mulai dari guru, petugas sekolah, dan juga kerja sama dari siswa sendiri. Upaya itu dilakukan melalui penanaman sikap yang gencar dilakukan oleh para guru, di antaranya :
1.      Setiap pagi sebelum masuk sekolah para guru telah bersiap-siap berdiri di depan gerbang sekolah untuk menyambut kedatangan siswa maupun guru. Hal ini mencerminkan bahwa guru berusaha menciptakan kerukunan dan kebersamaan di antara warga sekolah.
2.      Pembiasaan dalam membuang sampah pada tempatnya. Hal ini didukung dengan disediakannya dua jenis tempat sampah yang berbeda, yaitu sampah organik dan anorganik. Dalam hal ini diterapkan prinsip kedisiplinan dan kebersihan.
3.      Pembiasaan ketepatan dalam jadwal masuk kelas maupun keluar kelas. Saat dilakukan pengamatan, kami dapati bahwa sebagian besar siswa langsung masuk kelas begitu bel masuk dibunyikan, demikian juga saat bel istirahat dibunyikan, semua siswa langsung berhamburan keluar dan mencuci tangan sebelum menuju kantin untuk makan. Selain kedisiplinan ternyata juga diterapkan aspek kesehatan.
4.      Pada saat jam kosong, siswa boleh keluar tapi hanya ke perpustakaan. Saat di perpustakaan siswa juga harus didampingi oleh guru pengawas atau guru mata pelajaran. Upaya ini dilakukan agar siswa benar-benar menggunakan fasilitas perpustakaan dengan semestinya.
5.      Tersedianya lokasi hotspot di perpustakaan dikhawatirkan akan disalahgunakan oleh siswanya, maka pihak sekolah sudah melakukan upaya pencegahan, yaitu dengan memblokir situs-situs yang dapat merusak moral siswanya. Dengan demikian setidaknya fasilitas yang disedikan sekolah tidak menjadi sumber perusak moral.
Dari upaya-upaya yang telah dilakukan di atas, cukup menunjang untuk pembentukan karakteristik siswa yang menuju ke arah positif.

D.    Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan karakter peserta didik.
1. Faktor Intelegensi
Intelegensi merupakan faktor yang terpenting. Kecerdasan yang tinggi disertai oleh perkembangan yang cepat, sebaliknya jika kecerdasan rendah, maka anak akan terbelakang dalam pertumbuhan dan perkembangan. Berdasarkan observasi, tingkat intelegensi dapat dilihat dari kreatifitas siswa.
2. Faktor Bakat
Bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan yang bersifat umum.Bakat sendiri dipengaruhi oleh diri anak dan lingkungan.Misalnya, bakat intelektual umum, bakat akademis khusus, bakat dalam bidang seni, bakat dalam bidang olahraga, dsb.Di sekolah yang kami amati tersebut bakat juga mempengaruhi karakteristik siswanya, hal ini ditunjukkan dengan adanya pengarahan yang benar terhadap bakat masing-masing siswa sehingga menghasilkan prestasi-prestasi yang baik, di antaranya prestasi bidang olahraga, pramuka, bahasa inggris dan MIPA. Dengan pengarahan bakat tersebut siswa mampu berkembang dengan karakter masing- masing dan potensi yang dimilikinya.
3. Faktor sosial-ekonomi
Contoh faktor sosial jika anak yang hidup ditengah-tengah masyarakat yang sebagian besar anaknya putus sekolah akan cenderung tidak memiliki semangat sekolah. contoh faktor ekonomi adalah ketika banyak anak berkemampuan intelektual tinggi tetapi tidak dapat menikmati pendidikan yang baik karena keterbatasan kemampuan ekonomi orang tuanya.Namun dalam pengamatan yang kami lakukan, kami tidak bisa memberi contoh realita bagaimana social ekonomi mempengaruhi karakteristik peserta didik, karena terbatasnya waktu pada observasi dan terbatasnya perijinan dari pihak sekolah.
4. Faktor pandangan hidup
jika seorang anak yang mempunyai cita-cita yang tinggi, maka untuk meraih cita-citanya cara pemikiran anak  lebih perpandangan maju untuk meraih cita-citanya. Hal tersebut memaksa si anak untuk menempuh pendidikan yang sesuai dengan cita-citanya.Namun dalam pengamatan yang kami lakukan, kami tidak bisa memberi contoh realita bagaimana social ekonomi mempengaruhi karakteristik peserta didik, karena terbatasnya waktu pada observasi dan terbatasnya perijinan dari pihak sekolah.Tapi menurut kami, mereka belum memiliki pandangan hidup, karena sikap kematangan mereka belum berkembang.


















BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Dari hasil observasi yang telah kami lakukan didapatkan kesimpulan sebagai berikut:
1.      Pada umumnya, karakteristik peserta didik pada tingkat SMP masih belum terbentuk, karena pikiran yang masih labil. 
2.      Tingkat intelegensi siswa SMP 8 Surakarta cukup baik, karena tingkat kreatifitas siswa yang cukup tinggi, pemanfaatan waktu luang yang baik, dan dilihat dari angka kelulusan pada tahun 2011 yang mencapai 100%.
3.      Berbagai upaya yang dilakukan pihak sekolah telah mampu mendukung pembentukan karakteristik siswa SMP 8 Surakarta, seperti membiasakan berjabat tangan dengan guru, mencuci tangan sebelum makan pada saat istirahat, dating tapat waktu, dll.
4.      Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan karakter peserta didik :
a.       Faktor Intelegensi.
b.      Faktor Bakat.
c.       Faktor Sosial Ekonomi.
d.      Faktor Pandangan Hidup.





DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu . 1991. PSIKOLOGI PERKEMBANGAN. Jakarta: Rineka Cipta
Papalina,Diane E.2008.Human Development.Jakarta:Kencana Media Group.
Sobur, Alex. 2003. PSIKOLOGI UMUM : Dalam Lintas Sejarah. Bandung: Pustaka Setia
Sunarto & Hartono. 1995. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta:  Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Yusuf LN, H. Syamsu, Dr., M.pd. 2006. Psikoogi perkembangan anak dan remaja. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.


LAMPIRAN


 Gbr.1. Petugas Perpustakaan

0 komentar:

Posting Komentar